Wednesday, October 26, 2016

Fikroh

Rintihan angin
Melihat wajah bagaikan desir pasir
Melihat kerja bagaikan deras ombak
Menelusuri waktu tanpa lelah.
Menahan angin tanpa perisai
Berjalan tanpa jasa
Berdiri tanpa kaki
Diam hanya berpikir
Ia ibu

Malu sejenak , kecewa berjalan
Malu tak pernah berbicara
Kecewa yang tertinggal
Mana rasa hormat mu ..
Mana jasa mu...
Mana air mata mu...
Diam lebih baik
Tapi berfikir lebih baik dari diam 
Diam dan pikiran jadi lah buah usaha



No comments:

Post a Comment